Showing posts with label Kunci Jawaban Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Kunci Jawaban Bahasa Indonesia. Show all posts

Sunday, January 28, 2018

Tugas 1 halaman 178 Berdebat dengan Indah

Kunci Jawaban Soal Latihan Buku Bahasa Indonesia kelas X kurikulum 2013

Debat

Tugas 1 halaman 178




Jawablah pertanyaanpertanyaan yang telah kamu susun sebelumnya,. Tuiskan jawabanmu pada koom-kolom berikut ini. Tambahkan baris jika diperlukan



No
Pertanyaan
Jawaban
1
Mengapa teks tersebut
tergolong debat?
Teks tersebut dimasukkan debat karena di adalamnya ada dua pihk yang saling menyampaikan pendapat dan memberikan arguen untuk mendukung pendapatnya tentang kedudukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di era globalisasi.
2
Siapa pihak yang sedang berdebat?
Orang yang setuju dan orang yang tidak bahasa Inggris merupakan alat komunikasi yang lebih penting dari pada bahasa Indonesia pada era globalisasi.
3
Apa jabatan atau pekerjaan mereka?
Tidak ada penjelasan.
4
Siapa yang menjadi moderator debat?
Tidak ada penjelasan
5
Hal apa yang tengah diperdebatkan?
Pandangan bahwa bahasa Inggris sangat penting dalam era globalisasi.
6
Siapakah yang menjadi pihak pendukung (afirmasi) dan pihak penentang (oposisi)?
Tidak jelas.
7
Apakah kedua belah pihak mengemukakan alasan-alasan untuk mendukung pendapatnya masing-masing?
Betul. edua belah pihak menyampaikan alasan –alasan untuk mendukung pendapatnya.
8
Apakah ada pihak yang menunjukkan data, informasi atau fakta lain yang mendukung pendapatnya?
Kedua belah pihak menyampaikan alasan –alasan untuk mendukung pendapatnya.
9
Di akhir debat, apakah mereka mendapatkan sebuah pendapat baru yang sama, atau moderator hanya menyampaikan kesimpulan dari isi debat saja?
Tidak.


Friday, December 29, 2017

Kunci Jawaban Tugas 1 halaman 15-17 Teks Laporan Hasil Observasi

Kunci Jawaban Soal Latihan Buku Bahasa Indonesia kelas X kurikulum 2013


Teks Laporan Hasil Observasi


Tugas 1 halaman 15-17


Soal :
1.      Apakah D’topeng Museum Angkot itu?
2.      Sebutkan topeng apa yang disimpandi D’topeng?
3.      Jelaskan bagaimana gambaran barang tradisional koleksi D’Topeng?
4.      Bagaimana gambaran barang kuno koleksi D’Topeng?
5.      Apa manfaat D’Topeng?



Jawaban :
1.      D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur.
2.      Topeng-topeng yang menjadi koleksi D’Topeng dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang berbahan dasar kayu dan batu. Topeng berbahan kayu sebagian besar berasal dari daerah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Barat. Sementara itu, topeng yang berbahan batu berasal dari daerah sekitar Sulawesi dan Maluku.
3.      Barang-barang tradisional yang mengisi etalase-etalase museum D’Topeng adalah senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batikbatik motif lama, dan hiasan rumah kuno. Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah.
4.      Barang-barang kuno yang berada di museum D’Topeng dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam. Barang antik berbahan dasar keramik di museum ini adalah guci-guci tua peninggalan salah satu dinasti di China dan bantal yang digunakan untuk bangsawan Dinasti Yuan (China) yang sudah meninggal. Sementara itu, barang antik yang berbahan dasar logam adalah jinggara coin (Kerajaan Gowa), mata uang kerajaan majapatih, koin VOC, dan kursi antik asal jawa Tengah.
5.      Manfaat dari D’Topeng adalah sebagai media pelestarian budaya. Selanjutnya, D’topeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan illegal.

Kunci Jawaban Kegiatan 2 halaman 11-14 Teks Laporan Hasil Observasi

Kunci Jawaban Soal Latihan Buku Bahasa Indonesia kelas X kurikulum 2013


Kegiatan 2 Halaman 11-14


Menemukan gagasan pokok isi teks laporan hasil observasi



Gagasan Pokok
Paragraf
Wayang kulit memiliki berbagai macam jenis jika dilihat dari umur dan gaya pertunjukkan.
Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit.
Cerita yang biasanya digunakan adalah Ramayana dan Mahabharata. Wayang purwa terdiri atas beberapa gaya atau gagrak seperti, gagrak Kasunanan, Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon dan sebagainya. Selain wayang purwa jenis wayang kulit yang lain yaitu: wayang madya wayang gedog wayang dupara, wayang wahyu, wayang suluh, wayang kancil, wayang calonarang, wayang krucil; wayang ajen; wayang asak, wayang sadat, wayang parwa wayang arja, wayang gambuh, wayang cupak dan wayang beber yang saat ini masih berkembang di Pacitan
Pada setiap daerah,
wayang wong memiliki
sebutan yang berbeda.
Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah
wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.
Wayang golek adalah
salah satu jenis wayang
yang berasal dari Sunda
memiliki bahan dasar
sebuah kayu.
Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga
sebagai wayang thengul. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena
cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang
klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita
Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen.
Perkembangan terbaru
dunia pewayangan
menghasilkan kreasi
berupa wayang suket.
Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Disebut wayang suket karena wayang yang digunakan terbuat
dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa:
suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.
Dalam versi modern
terdapat wayang yang
disebut dengan wayang
motekar atau wayang
plastik yang berwarna.
Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang
atau serupa wayang kulit. Akan tetapi, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang motekar ditemukan dan dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati eksperimen lebih dari delapan tahun (1993 – 2001). Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.
Wayang memiliki
berbagai manfaat bagi
kehidupan, antara
lain sebagai media
pendidikan, media
informasi, dan media
hiburan.
Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan. yang dapat dimanfaatkan dalam Dewasa ini wayang dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan karena dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang baik dengan cara yang menarik. Pemerintah juga sering menggunakan wayang sebagai media informasi misalnya dengan menggelar wayang yang
disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya. Terakhir, meski semakin jarang,
wayang masih tetap menjadi media hiburan. Dengan kata lain, wayang mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan antara lain sebagai media pendidikan,media informasi, dan media hiburan.